Monday, January 6, 2014

Wafat Sebelum Usia Satu Tahun

Posted On 1/06/2014 by Tabloid Gema Baiturrahman 0 coment

Di ujung tahun 2013, ada satu kabar yang sangat menyayat hati dan satu lagi sudah  jadi tradisi. Berita yang menyedihkan yakni  1.034 Bayi di Aceh meninggal dunia selama tahun 2013. Penyebabn, mereka mengalami gizi buruk.

Dinas Kesehatan Aceh pada 28 Desember 2013 menyebutkan titipan Allah yang meninggal dunia mengalami kenaikan lima persen dibandingkan tahun 2012 yakni 985 bayi. Kepala Seksi Kesehatan Ibu Anak dan Gizi Dinas Kesehatan Aceh Dr Sulasmi menuturkan, buah hati yang meregang nyawa karena kekurangan gizi ketika masih dalam kandungan dan usia bayi di bawah satu tahun.

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2010 menunjukkan, 23,7 persen anak Aceh mengalami gizi buruk dan kurang gizi. Akibatnya, sebelum mencapai usia satu tahun, buah hati sudah meninggal dunia. Tentu itu kabar yang menyedihkan. Cara untuk menghibur diri sendiri yakni menyebutkan bahwa ini  takdir Allah SWT. Begitu kita sering mendengarnya. Betul itu takdir setelah kita melakukan ikhtiar mencegah generasi-generasi muda Aceh wafat.

Dampak dari kekurangan gizi dan gizi buruk  yakni angka kematian bayi di Aceh semakin melonjak. Jika pun selamat dari kematian dalam usia balita, maka anak itu lebih pendek sekitar 4,6 sentimeter dari standar. Kita sadar, usia pertumbuhan anak sudah dimulai sejak janin hingga masa kanak-kanak. Sudah sepatutnya, kabar semakin meningkat bayi yang meninggal dunia ini menjadi perioritas bagi pemerintah dan masyarakat untuk berusaha mengurangi kematian karena kelalaian orang tua dan negara.

Kita paham, kemiskinan ilmu pengetahuan dan harta oleh warga menyebabkan perawatan janin dan bayi tidak maksimal. Pemerintah mesti sadar bahwa meningkat kematian tidak bisa berlindung bahwa ini adalah kehendak Allah SWT. Negara bertanggungjawab memberikan makanan bergizi dan pengetahuan kepada warga. Dalam hal ini, ada survei di Indonesia tahun 2001 yang menyebutkan bahwa para suami lebih penting beli rokok daripada memberi asupan makanan bergizi kepada istrinya.

Kabar kedua yakni Pemerintah Banda Aceh melalui MPU menyatakan haram merayakan malam pergantian tahun. Tak pelak, pelayan masyarakat pun merazia kembang api dan petasan, polisi Syariah memeringatkan hotel dan cafe untuk tidak membuat pesta apapun. Dalam hal ini, kita dukung tindakan pemerintah yang melarang dan merazia membakar mercon yang mengganggu ketenangan warga istirahat dan sebagainya.

Sudah selayaknya, tindakan membakar uang melalui mercon, petasan dan lain-lain dialihkan untuk membantu ibu-ibu hamil agar tidak kekurangan gizi. Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mandatnya bisa mencabut izin usaha kepada toko-toko yang menjual mercon atau petasan. Dengan merazia sumber kebisingan itu, maka pembeli bisa kesulitan mencari produk mubazir untuk situasi Aceh yang warganya masih miskin.

Aksi Pemerintah Aceh melarang sambut tahun baru sebagai bagian dari penerapan Syariat Islam itu patut diancungi jempol. Tidak ada warga yang bakar mercon dan petasan bisa disebut sisi lain keberhasilan penerapan Syariat Islam.

Kita mesti sepakat, menurunkan angka kematian bayi di Aceh harus menjadi item salah satu keberhasilan penerapan Syariat Islam sebagai bentuk menghormati ibu hamil. Malahan kepada ibu yang meninggal dunia ketika melahirkan mendapat pahala syahid sebagaimana hadits  diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra.
Murizal Hamzah


HAUL SIM Ditutup dengan Zikir Bersama

Posted On 1/06/2014 by Tabloid Gema Baiturrahman 0 coment

Seribuan jamaah memadati Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh rabu malam (02-01-14) untuk mengikuti  Zikir Akbar dan Muhasabah dalam peringatan Haul Sultan Iskandar Muda ke-377.

Kegiatan yang di laksanakan Satuan tugas  percepatan pembangunan aceh (Satgas PPA) dihadiri Staf ahli Gubernur bidang pemerintahan  H.Zulkifli Ahmad yang Mewakili Gubernur Aceh, MPU Aceh Prof.Dr H.Muslim Ibrahim MA, Kepala biro Isra H.Syaiba Ibrahim, kepala kemenag aceh Drs. Ibnu Sa’dan, iman besar Mesjid raya. Prof. Dr. Tgk. H. A Azman Ismail,MA., SEKJEN HUDA Tgk.Tu Bukhaini dan pemimpin Muhasabah dan zikir Akbar TGK.Asy’ari S.Pd.I, prajurit Kodam IM, anak anak yatim dan Masyarakat .

Ketua Panitia Haul Sultan Iskandar Muda ke 377 Fahmi pribadi Deski dalam Sambutanya mengharapkan‘’ kepada pemerintah dan  alim ulama agar membenahi sistem pendidikan di aceh yang berorentasi kepada karakter kompetitif agar dapat menciptakan kader kader sekelas sultan iskandar muda yang baru ,yang dapat memimpin kejayaan aceh di masa depan ‘’

Ia juga meminta kepada pemerintah aceh  agar  dapat memasukan kurikulum tauhid dan mahrifat supaya  dapat menciptakan generasi unggulan untuk membawa aceh yang bermartabat di masa depan’’harap fahmi

Sementara itu Staff ahli Gubernur bidang pemerintahan H.Zulkifli Ahmad Mengatakan masyarakat aceh di himbau untuk melanjutkan semangat perjuangan sultan Iskandar Muda yang berjuang menegakan syariat islam  di aceh ‘dalam doa dan zikir malma mini kita meminta kepada ALLAH semoga aceh lebih aman dan sejahtera di banding tahun sebelumya harap dia. Darlis


Monday, November 25, 2013

Peringatan Allah SWT untuk Ahlul Kitab

Posted On 11/25/2013 by Tabloid Gema Baiturrahman 0 coment

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Surat al-Ma'idah  ayat 15-16)

Allah swt  menerangkan kepada umat yang telah diberikan kitab dan wahyu ketauhidan  dan kebenaran sejati, bahwa Allah swt mengirimkan seorang utusan atau rasul untuk meluruskan kembali apa yang diwahyukan Allah dalam al-Kitab. Allah swt menyatakan kepada mereka bahwa dari sisi-Nya telah datang cahaya (kebenaran) dan didukung oleh al-kitab sebagai 'indikator' kebenaran ilahiyah tersebut.

Begitu besar kasih sayang Allah, bahkan terhadap ahlul kitab yang telah melenceng dari ajaran yang sebenarnya. Jika Allah swt berkehendak, maka Dia akan membiarkan ahlul kitab dalam kesesatannya. Namun, kasih sayang Allah tak terbatas, kepemurahan Allah tidak tertandingi. Allah swt memberikan kesempatan kepada orang-orang terdahulu untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu jalan tauhid kemudian setelahnya syariat.

Ayat tersebut di atas sebagai bukti tegas bahwa apa yang diimani oleh ahlul kitab tidaklah murni. Rasulullah yang diturunkan adalah untuk mengoreksi keimanan mereka dari kesalahan dan kekeliruan akibat interpretasi pendahulu mereka yang melenceng. Itulah antara lain arti dari cahaya yang menerangi sebagai tamsilan, jika mereka (ahlul kitab) berada dalam 'kegelapan' iman yang salah dan tidak benar sesuai dengan keimanan yang sesungguhnya.

Allah swt tidak hanya sekali menghimbau kepada para ahlul kitab, namun berkali-kali Allah swt memperingatkan tentang 'kekeliruan' mereka dalam beragama. Namun  dalam sejarah saat Nabi Muhammad saw masih ada, kita membaca bahwa tidak banyak diantara ahlul kitab yang insaf dan kembali kepada kebenaran. Hanya segelintir orang-orang yang tulus dan ikhlas saja yang mengikuti seruan Allah swt tersebut. Kemudian pertanyaan bergelayut di pikiran kita; jika Allah swt telah memberi peringatan, lalu mereka tidak menggubris, apakah yang akan terjadi dengan mereka? Kita hanya berserah diri kepada Allah swt. Meskipun demikian, kita seharusnya bercermin pada keingkaran mereka untuk memperbaiki keimanan kita sebagaimana mestinya. Wallahu a'lam bi shawaab.

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman


Awas TV Mu !

Posted On 11/25/2013 by Tabloid Gema Baiturrahman 0 coment

Bagaimanakah kita memandang media? Apakah itu radio, televisi, koran, majalah, internet dan lain-lain? Tidak terlalu berlebihan bila media itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, media itu bisa menjadi wadah positif bagi manusia yang mengantar ke gerbang surga. Pada dimensi lain, media itu tidak lain monster yang menakutkan yang harus dibabat habis dan siap mengiring warga ke hotel prodeo hingga ke pintu neraka.

Simak saja, kotak empat persegi panjang telah mengepung rumah bahkan kamar setiap keluarga. Untuk menyaksikan Shalat Taraweh berjamaah di Baitullah, silakan tekan remote kontrol pada jalur tertentu. Penonton merasa syahdu mendengar bacaan qari-qari internasional di Mekkah.

Pada sudut lain, siapa yang bisa memastikan, dari layar monitor komputer, remaja muslim bisa menyaksikan adegan 17 tahun ke atas tanpa perlu bersusah payah melalui jalur internet atau media lain. Sebaliknya orang tua berpikir, sang anak sedang belajar. Ternyata belajar yang belum waktunya. Dalam posisi tersebut, bagaimana peran masyarakat mengambil posisi?

Diakui atau tidak, terutama kehadiran kotak ajaib (televise) sangat mempengaruhi penonton. Daya ingat atau pengaruh dari televise lebih ampuh daripada media radio atau cetak. Misalnya, ketika televisi memperlihatakn air tsunami 26 Desember 2004 membasahi Kota Banda Aceh dari yang kering hingga kemudia berlumpur, maka dampak penayangan ini sangat mujarab mendatangkan solidaritas sebab penonton dibuat tak berkutik dengan tayangan yang dramatis itu. Di sisi lain, pembunuhan yang berdarah-darah yang tidak terlewat dari sensor bisa mempengaruhi penonton.

Demikian juga pengaruh koran, majalah atau radio yang memaksa pembaca untuk berfantasi bagaimana kriminal itu terjadi. Pada intinya, serbuan media sudah duduk manis di bilik masing-masing. Apakah yang bisa kita dilakukan? Menghancurkan televisi, membakar koran,  atau menutup warung internet?

Seiring adzan Shubuh bergema, koran pagi pun menyapa warga. Membaca koran menjadi rutinitas yang tidak lengkap tanpa meneguk kopi atau ketika menonton televisi. Media itu tidak bisa dibendung. Serbuan mereka seperti air bah tsunami yang bisa menyapu siapa saja. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki komitmen yang bisa menghalau arus deras infomasi dari positif hingga negatif.

Kita sepakat, jika media menjadi dakwah adalah harapan seluruh warga. Namun bagaimana jika media jadi corong yang menjerumuskan pembaca, penonton ke lubang nista? Bukan barang baru, pemuda dan pemudi melakukan mungkar karena menonton di televisi atau internet. Langkah apa yang harus dilakukan?

Ada ragam juru yang bisa diterapkan agar media menjadi wadah syiar. Pertama oleh individu masing-masing yang diawali dari kepala keluarga. Misalnya, televisi itu benda mati yang baru bernyawa ketika dihubungkan ke arus listrik. Televisi tidak bisa mengajari penonton selama televisi itu off. Manusialah yang mengendalikan teleivi, radio, telepon seluler, komputer dan lain-lain. Bukan sebaliknya hidup diperbudak oleh media elektronik.

Berkaitan dengan peran atau tuduhan media yang menampilkan tayangan yang tidak bermoral, kita layak bersyukur atas kiprah Muhammadiyah yang menayangkan TVMu yang diluncurkan bertepatan dengan  miladnya Ke 101 pada Senin ( 18/11) lalu.  

"Diharapkan ini bisa menjadi sarana dakwah dan pencerahan Muhamadiyah," ujar ketua Muhammadiyah, Din Syamsudin, dalam acara peresmian TVMu, Senin (18/11), di Pusat Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

TVMu mengambil tema cerdas dan mencerahkan, untuk mengajak bangsa menjadi bangsa yang cerdas, untuk mencerahkan kehidupan bangsa, agar kehidupan bangsa diliputi nilai-nilai kebaikan.

Kehadiran media yang bernapas Syariat Islam sebagai jawaban atas maraknya televisi yang tidak sejalan dengan Islam. Mari kita dukung media yang mengusung syiar dengan mengabarkan kabar baik ini. Murizal Hamzah


Harta Perhiasan Dunia

Posted On 11/25/2013 by Tabloid Gema Baiturrahman 0 coment

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahfi 46). 

Nanti di akhiarat, setiap hamba akan ditanyakan tentang hartaya, darimana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakan. Oleh karena itu, berhati-hatilan dalam mencari harta kekayaan, jangan sampai melanggar syariat. Rasulullah bersabda : "Bukankah kekayaan itu apa yang berupa benda yang banyak, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah di dalam jiwa dan hati."

Memang tidak ada larangan bagi manusia untuk memperoleh harta sebanyak-banyaknya asalkan dengan cara-cara halal dan sesuai dengan tuntunan agama. Bahkan Islam membenarkan seorang memilih kekayaan lebih dari yang lain sepanjang kekayaan tersebut diperoleh secara benar dan yang bersangkutan telah menunaikan kewajibannya bagi kesejahteraan masyarakat, baik dalam bentuk zakat maupun amal kebajikan lain seperti infak dan sedekah. 

Meskipun demikian, Islam sangat menganjurkan golongan yang kaya untuk tetap tawadhu' dan tidak pamer.  Betapa banyak manusia yang lupa bersyukur tatkala memperoleh harta, seolah harta tersebut mampu menjaga dan membahagiakannya. Padahal manakala Allah ingin menarik kembali harta yang dimiliki seseorang, maka sekejap saja akan sirna. 

Harta seringkali menggelapkan mata seseorang. Harta juga membuat seseorang menjadi sombong. Tidak sedikit manusia hidupnya tergelincir justru karena harta. Sebaliknya di mata manusia harta bisa menjadikan indikator derajat seseorang. Orang kaya umumnya lebih dimuliakan ketimbang orang miskin. Tapi sesungguhnya harta itu adalah titipan sementara yang bisa hilang dalam tempo sekejap saja. Tidak sedikit orang-orang yang bergelimang harta, lalu jatuh miskin dengan utang menumpuk.

Ali bin Abi Thalib r.a berkata kepada Kumail : "Hai Kumail, ilmu itu lebih utama dari pada harta karena ilmu itu menjagamu sedangkan kamu menjaga harta. Ilmu adalah hakim, sedangkan harta adalah yang dihakimi. Harta menjadi berkurang dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu menjadi berkembang dengan dibelanjakan (diberikan kepada orang lain)". Ir. H. Basri A Bakar, M. Si


Baiturrahman Harus Perbanyak Aktifitas

Posted On 11/25/2013 by Tabloid Gema Baiturrahman 0 coment

Adli Abdullah, S.H. MCL - Dosen Fakultas Hukum Unsyiah

Bagaimana tanggapan anda soal Perluasan Mesjid Raya Baiturrahman?
Perluasan Mejid Raya memang sudah sangat mendesak, karena jumlah penduduk Banda Aceh dan Aceh Besar semakin bertambah. Jumlah kunjungan wisatawan muslim ke Aceh tiap hari juga semakin meningkat. Umumnya, merasa baru benar-benar  tiba di Aceh, kalau sudah shalat di Mesjid Raya Baiturrahman.

Alasan lainnya?
Selain itu, Mesjid ini juga semakin sering digunakan sebagai tempat dilaksanakan akad nikah, bahkan untuk mencari berkah, jauh-jauh dari luar negeripun ada yang datang ke mesjid raya untuk melangsungkan akad nikah di sini. Nah, untuk mengakomodir semua kebutuhan ini, maka sudah selayaknya Mesjid kebanggaan rakyat aceh ini haru diperluas dan direnovasi.

Apakah  fasilitas yang sudah ekarang tidak mencukupi lagi?
Pada hari-hari tertentu seperti hari jumat, tarawih, hari raya terasa sekali mesjid ini meluber sampai keluar, dengan realita seperti itu maka perluasannya sudah sangat mendesak. Apalagi, tanah di sekitar mesjid raya memang dasarnya tanah di sekelilingnya sampai ke Blang Padang adalah tanah  wakaf mesjid raya walaupun sekarang sudah didirikan toko berjejer di kini kanan

Upaya apa saja yang harus dilakukan untuk meramaikan jamaah?
Perbanyak aktifitas pendidikan dan kegiatan keagamaan untuk anak-anak yg untuk datang kegiatan itu ditenami orang tuanya, waktu pas waktu shalat orang tuanya langsung shalat di Mesjid Raya. Perbanyak pengajian untuk orang dewasa yg dilaksanakan antara waktu shalat (dhuhur ashar, magrib insya) sehingga jamaah selalu ramai) Mesjid raya baiturahman harus difungsikan sebagai islamic center tingkat propinsi sehingga akan melibatkan banyak orang sekaligus akan menjadi jamaah shalat.

Harapan kepada masyarakat setelah fasilitas dilengkapi?
Pertama kali mari kita makmurkan mesjid percuma saja mesjid diperluas tetapi jamaahnya tidak bertambah atau bahkan mencitu. Kedua, mari kita jaga kebersihan dan keindahan mesjid kebanggaan rakyat aceh ini,
Ketiga jaga ketertiban, pada saat azan jangan ada warga yg berkeliaran diseputaran apalagi di perangan mesjid. Keempat, siapapun yang masjid berpakaian sopan dan menutup aurat sebagainana disyariatkanKelima, pengemis harus ditertipkan dengan cara persuasif sehingga tidak terkesan masyarakat islam Aceh identik sebagai “peminta minta”. (Indra)


POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2013 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074. Email: gema_btr@yahoo.co.id