Wednesday, July 16, 2014

Ini Tawaran Solusi JK untuk Palestina-Israel

Posted On 7/16/2014 by gema baiturrahman 0 coment

Jusuf Kalla (JK) menawarkan solusi untuk konflik yang terus berlangsung di jalur Gaza. Sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia memberikan opsi perdamaian antara Palestina dan Israel.

JK mengatakan, pernah mengunjungi dua negara tersebut dan bertemu langsung pimpinan negara di sana. Dia mengaku mengenal betul perselisihan antarkeduannya. Ada dua pilihan, yakni terus berperang atau damai.

"Kalau perang, kami tidak bisa bantu. Negera Islam di sekitaran timur tengah juga sulit memberikan penyelesaian. Kami inginnya damai," kata JK kepada wartawan, Selasa (15/7).

Konflik yang ada di Palestina, kata dia, telah berlangsung lama, sekitar 100 tahun. Kemudian 60 tahun di antaranya dihabiskan untuk berperang dengan skala tiga kali perang besar. Kalau terus memakai opsi perang, korban akan terus berjatuhan.

Bantuan yang selama ini bisa diberikan Indonesia hanya doa dan keperluan logistik. Namun, itu hanya solusi sementara. Sedangkan jangka panjang, kata dia, harus ada inisiasi perdamaian. (*)


Kerusakan Kota Gaza Akibat Serangan Israel Luar Biasa Parah

Posted On 7/16/2014 by gema baiturrahman 0 coment

Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi Warga Palestina (UNWRA) menyatakan serangan udara Israel di Gaza menimbulkan kerusakan parah, lebih dari 500 unit rumah rata dengan tanah.“Jumlah korban meninggal naik dan tingkat kerusakan Gaza sungguh besar sekali,” kata juru bicara UNWRA Sami Mshasha, Selasa (15/7/2014) waktu Indonesia.

“Menurut angka paling akhir kami, sebanyak 174 orang meninggal dan lebih 1.100 orang luka-luka. Angka ini akan bertambah, betambah dalam hitungan jam,” kata dia kepada wartawan.

Ironisnya, kata Sami, banyak korban jiwa berasal dari kaum perempuan dan anak-anak.“Itulah yang menjadi keprihatinan UNWRA,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa sebanyak 17.000 warga telah mengungsi di 20 sekeolah yang dikelola WNWRA.“Kami telah mengirim koordinat GPS ke pihak Israel agar mereka tidak menyerang kami,” tuturnya.
 
Ratusan Ribu Orang Tanpa Air
Dalam pernyataan terpisah, Komisi Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan pemboman Israel telah menghancurkan pasokan air di Gaza. “Ratusan ribu orang di Gaza sekarang tanpa air. Dalam waktu beberapa hari, seluruh penduduk di Jalur itu kemungkinan besar akan kekurangan air,” kata Jacques de Maio, yang mengepalai operasi ICRC di Israel dan wilayah Palestina.

“Air dan layanan listrik juga terpengaruh akibat permusuhan yang berlanagsung saat ini. Jika mereka tidak berhenti, penduduk akan mengalami krisis air akut,” kata dia dalam satu pernyataan.

Pertempuran juga menghalangi para teknisi melakukan perbaikan-perbaikan. Menyusul kematian beberapa teknisinya, peneyedia layanan air di Gaza telah menangguhkan semua operasi lapangan hingga keselamatan para stafnya terjamin, kata ICRC.“Sistem air Gaza telah rusak selama bertahun-tahun. Serangan-serangan paling akhir memperparah. Air yang aman untuk diminum jadi sangat langka di Jalur itu, sementara temperatur memanas,” kata pakar sanitasi dan air ICRC Guillaume Pierrehumbert.

“Air jadi terkontaminasi dan sampah berserakan yang bisa berisiko menimbulkan penyakit,” kata dia.(Hac)


Antara Ilmu Hudhuri dan Husuli

Posted On 7/16/2014 by gema baiturrahman 0 coment

Dalam pengantar ilmu-ilmu akal seperti mantiq dan filsafat, sering disinggung pembahasan tentang ilmu pengetahuan manusia yang dibagi kepada ilmu hudhuri dan ilmu husuli. Pembahasan tentang ini dinilai menarik karena terjadinya perbedaaan pendapat dari para ahli tentangnya.

Untuk diketahui bersama, bahwa ilmu hudhuri adalah ilmu yang hadir langsung kepada si alim (manusia) tanpa melalui perantara sesuatu, seperti rasa senang, sedih, benci, suka, sakit dan sebagainya. Sebagai contoh, ketika kita merasakan sakit, rasa itu langsung dapat kita rasakan tanpa perlu proses berpkir dulu tentang sakit. Oleh karena itu, ilmu hudhuri ini disebutkan sebagai ilmu maksum (tidak bersalah) karena tidak bisa berbohong.

Sedangkan ilmu husuli adalah ilmu yang membutuhkan perantara atau usaha untuk memperolehnya, baik melalui panca indera maupun dengan akal. Ilmu husuli inilah yang menjadi bahasan dalam ilmu-ilmu akal (mantiq) maupun filsafat. Sedangkan ilmu hudury tidak menjadi bahasan ilmu akal karena hanya membicarakan hal-hal particular (juz’i).

Manusia sebagaimana disebutkan juga dalam Alquran (An-Nahlu :78), ketika lahir ke dunia ini tidak mengetahui apa-apa alias kosong dari berbagai ilmu pengetahuan. Dari situlah dia mulai memperoleh berbagai informasi dengan panca inderanya seperti melihat, mencium, mendengar, meraba dan merasa. Makanya disini dikatakan, barangsiapa yang hilang salah satu panca indera, maka hilanglah ilmu itu baginya. Seperti orang buta yang tidak akan paham warna merah, kuning, hijau dan seterusnya.

Berikutnya, informasi-informasi yang diterima oleh panca indera itu disimpan di dalam otak (zihn) dan bisa dibayangkan (khayali). Seperti burung yang bisa mengenal jalan pulang ke sarangnya walaupun sudah terbang belasan kilometer. Atau bagi kita yang punya gambaran tentang bentuk dan warna ka’bah di kepala kita walaupun tidak pernah melihatnya langsung di Baitullah.

Setelah panca indera dan khayali, manusia juga bisa memperoleh informasi melalui kekuatan akal yang dimilikinya. Misalnya, manusia dengan akalnya (tanpa perlu kepada ayat dan riwayat ) mengetahui bahwa adil itu baik dan zalim itu buruk. Namun untuk pembahasan tentang hukum-hukum akal ini diperlukan kelas khusus karena tidak bisa diterangkan dalam tulisan singkat ini.

Inilah jenjang-jenjang pengetahuan yang diperoleh manusia melalui perantara panca indera, khayali dan akal. Semua jenjang ilmu yang diperoleh manusia ini digolongkan kepada ilmu husuly atau ilmu hasil usaha manusia untuk memperolehnya.

Tentu tidak demikian dengan ilmu hudhuri, ia tidak butuh kepada usaha manusia untuk memperolehnya. Akan tetapi ia hadir dengan sendirinya (otomatis) kepada orang yang bersangkutan. Namun demikian, walaupun masih ada yang berpendapat ilmu hudhuri itu tidak bisa berbohong, tapi harus diakui bahwa ilmu husuly lebih utama. Karena ilmu pengetahuan yang diperoleh manusia lebih banyak melalui ilmu husuli, bukan hudhuri.

Sebagai bukti, orang sakit yang rasa sakitnya dirasakan langsung (hudhuri) harus berobat kepada dokter yang hanya memahami tanpa merasakan sakit (husuli). Selain itu, semua manusia memiliki ilmu hudhuri pada dirinya masing-masing, tapi tidak semua manusia pandai dan bisa menjadi ilmuan.

Jadi, ilmu husuli yang diperoleh manusia melalui usahanya sendiri melalui panca indera, khayal dan akal merupakan sumber pengetahuan yang luar biasa. Dan, akal yang merupakan anugerah Allah terbesar kepada manusi memengang peranan tertinggi dan termulia dapat memperolah ilmu pengetahuan. Karena hanya dengan akallah yang membedakan manusia dengan ciptaaan lainnya. m syukur hasbi


Merekatkan Persaudaraan Pasca Pilpres

Posted On 7/16/2014 by gema baiturrahman 0 coment

Pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih orang nomor satu di Indonesia telah diselenggarakan. Hasil final untuk menentukan presiden Indonesia beum ditetapkan oleh komisi pemilihan umum (KPU). Hiruk-pikuk pemilu masih terasa. Apalagi kedua pasangan calon pemimpin  mempunyai keyakinan yang sama kuat telah menang menurut hasil quick count (hitung cepat) beberapa lembaga survey.

Kita telah memilih, walau sebagian rakyat ada yang lebih senang tidak memberikan hak suaranya. Hasil nanti yang ditetapkan oleh KPU merupakan pilihan kita bangsa Indonesia dalam memberikan kepercayaan kepada pasangan yang akan memimpin negeri ini kepada kebaikan umat. Perbedaan pilihan hendaklah tidak  membawa perpecahan  di antara sesama.

Sebagai bangsa yang beradab dan sebagai pribadi yang beriman, ketika harapan  belum tercapai hendaklah berpikir positif bahwa inilah yang terbaik yang diberikan oleh Allah. Cukup sudah saling hina dan menghujat karena perbedaan kata hati. Kalah menang harus siap,  “Pilihan boleh berbeda, tanyo tetap mesyadara”. Yang namanya saudara, pastinya saling menyayangi dan mengasihi. Tidak ada perselisihan dan percekcokan sampai menghancurkan persaudaraan.

Persaudaraan yang dilandasi keyakinan aqidah yang sama akan tetap kuat.  Tidak akan mudah digoyahkan dengan kepentingan sesaat. Ketika bersaudara  karena Islam, tidak mudah dihancurkan oleh pihak–pihak yang ingin melenyapkan agama Allah di muka bumi. Persaudaraan akan menciptakan persatuan ummat.  Bersatu menjadi kuat. Islam sebagai agama rahmat bagi ummat manusia melarang kita berpecah-belah.
 
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya….” (Qs. Ali Imran: 103)

Apalagi di bulan penuh rahmat dan maghfirah, hendaknya kita terus merekatkan tali persaudaraan untuk berbuat kebaikan. Mencari ridha Allah dengan memperbanyak amal ibadah. Membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sejenak kita lupakan tentang hiruk-pikuk pilpres, palingkan wajah  sejenak  untuk melihat dan  membantu saudara-saudara kita di bumi Gaza, Palestina, yang sedang dibantai oleh bangsa laknatullah Israel. Mari kita berdoa agar Allah menghancurkan kaum Israel dan memberi kekuatan kepada ummat Islam di sana  untuk melawan kebiadaban yang sedang terjadi.

Semoga kita terus mampu merekatkan tali persaudaraan. Tidak terpecahkan dengan hal-hal sepele dan tidak mudah diadu domba oleh kaum-kaum yang membenci ummat Islam. Belumlah terlambat untuk bersatu menyusun kekuatan dan merapatkan shaf untuk melakukan kebaikan dan menegakkan agama Allah.
Fauziah Usman


Ifthar Ramadhan bukan Sekedar Bersama-sama

Posted On 7/16/2014 by gema baiturrahman 0 coment

Ifthar  merupakan bahasa Arab yang berarti buka puasa bersama, atau sebuah perjamuan saat berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama. Ifthar dilakukan menjelang waktu Magrib. Biasanya, kurma menjadi menu andalan dikonsumsi ketika berbuka.

Dalam sepekan terakhir, dari sejumlah undangan ke redaksi, hanya dua kegiatan buka puasa bersama yang sempat dihadiri, pertama kegiatan Buka Puasa Pengurus Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia ( DPD KNPI) Provinsi Aceh di Gedung  Pemuda, Senin (7/07). Kedua adalah buka puasa bersama Pengurus Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) di jambo Geumuloh, Lampriet Banda Aceh, Selasa (8/7) kemarin.  

Ketua Umum Dapur Da’i Nusantara (DAINA) Provinsi Aceh, Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag M.Pd , juga seorang Pengurus KB PII Aceh mengatakan bahwa tujuan buka puasa bersamaadalah upaya meraih hikmah dalam berpuasa, karena di dalam buka puasa bersama terkandung hikmah tersendiri yang lebih spesifik. Sebagaimana hadits dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisal orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.

“Hikmah iftitar adalah melatih sifat kedermawan, rasa sosial  serta memperkuat silaturrahmi dan ukhwah islamiyah sesama kita umat muslim,” jelas Muhammad Yusuf, kepada Gema Baiturrahman.

Menurutnya, di dalam ibadah puasa mengandung hikmah sosial seperti adanya zakat fitrah, sehingga melalui buka puasa bersama kata M Yusuf, kegiatan buka bersama dapat menjadi sarana media sosial, dan menjadi ibadah yang tidak saja mahdhah namun sekaligus menjalankan ibadah ghoiru mahdhah.

Selain itu, Buka puasa bersama banyak sekali manfaat dengan adanya buka puasa bersama ini, misalnya mempererat emosionalitas, meningkatkan semangat membantu orang lain, menjadi jembatan fastabiqul khairat yakni, berlomba-lomba dalam kebaikan, dengan di dalam buka bersama terdapat kegiatan ibadah secara kolektif.

Lebih lanjut kata M Yusuf,  dengan adanya buka puasa bersama, sehingga adanya uunsur-unsur yang kebersamaan ini punya manfaat tersendiri di dalam Ramadhan, sehingga memosisikannya sebagai tradisi yang baik yang selayaknya terus dilestarikan.

Jangan abaikan Maghrib
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Aceh, Dr Tgk Syamsul Rijal, MAg menjelaskan berbuka merupakan pertanda berakhirinya aktifitas berpuasa pada hari itu, yaitu pada waktu ghurub al-syam. Niat berbuka berarti membolehkan diri untuk tidak menahan diri dari tidak makan, tidak minum dan sebagainya yang menjadi kewajiban saat menunaikan puasa.

Menurut Syamsul berbuka puasa disunahkan berbuka puasa dengan sebiji kurma, sebagaimana tradisi Rasulullah, dan atau air minum serta buah-buahan, setelah itu Shalat Maghrib untuk kemudian, dilanjutkan dengan makan sesuai dengan hidangan yang tersedia sebagai rezki penuh berkah dariNya.

Adapun dimana anda berbuka, bersama siapa anda berbuka, sebutan berbuka bareng (berbuka bersama), dimana sekumpulan komunitas hadir di tempat tertentu melakukan buka bersama (Ifthar Jamai) itu sudah masuk pada wilayah kultural.

Sekretaris Komisi Bidang Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh ini Melihat aktifitas Buka puasa bareng , tentu memiliki beberapa hikmah, antara lain membangun serta mempererat jalinan ukhuwwah antar sesama. Apalagi di sela berbuka itu diisi dengan aktifitas lainnya, seperti ada tausiyah jelang berbuka, tentu majelis buka bareng menjadi tempat share ilmu yang berfaedah, demikian juga dapat saling bertemu bertukar pikiran dan pengalaman selama ini.

Keadaan ini tentu mempererat jalinan persaudaraan dan Juni diperlukan apalagi dalam konteks kehidupan terkini. Sehingga tanpa sadar aktifitas ini akan membangun kohesi-sosial yang cukup diperlukan sebagai ikatan interaksi sosial di antar sesama. Di dalam aktifitas ini juga akan terpatri rasa setara (equliberitas) antar sesama, karena secara bersama sama berbuka tanpa melihat siapa dan atau status sosial yang dimiliki. Disini terdapat nilai nilai kesetaraan yang terbangun dari aktifitas tersebut.

Meskipun demikian,  ketika tidak disentuh dengan manajemen yang baik, acapkali juga peserta. Etika asyik dengan bukannya sehingga tidak khusyuk dalam shalat maghrib yang memiliki waktu terbatas. Oleh karena itu hendaknya menjadi atensi, jangan hanya Ifthar Jama’i tetapi meninggalkan ibadah Shalat Maghrib secara jamaah pula.
 
Media silaturrahmi
Hal serupa juga dikatakan Ketua DPD KNPI Aceh, Jamaluddin ST pada acara Buka Puasa dan Dilaog Pendidikan, Senin (7/7) kemarin, di Gedung Pemuda Lampriet Banda Aceh. Kepada wartawan Jamal mengatakan buka puasa ini dilaksanakan KNPI Aceh merupakan, wahana momen  bersama keluarga besar KNPI untuk menyambung silaturrahmi dan menguatkan tali persaudaraan.

Sebelumnya, kegiatan buka puasa bersama KNPI tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama dan penyantunan 20 anak yatim.  Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Ketua DPR Aceh, Hasbi Abdulah, Kapolda Aceh,Irjen Pol Husein Hamidi, para kepala SKPA, keluarga besar KNPI Aceh, OKP, serta sejumlah tokoh pemuda  yang ada di Aceh.

“Semoga acara buka puasa bersama ini jadi ajang silaturahmi para Pemuda dengan Pemerintah Aceh, Stakeholder, dan para senior, kedepan  diharapkan untuk lebih mempererat kekeluargaan sesama keluarga Besar KNPI Aceh,” kata Jamal dalam sambutan singkatnya menjelang buka puasa.

Sebuah harapan Ketua KNPI Aceh tersebut adalah harapan kita semua. Sehingga setiap dilaksanakan acara buka puasa bersama, menambah sekaligus memberi nuansa berbeda dengan acara jamuan makan lainnya. Lebih-lebih, Pemilihan Presiden (Pilpres) baru-baru telah menjadikan sebagian kita berbeda pilihan, beda pandangan, dan berbeda dalam hal lainnya. Namun, melalui media Ifitar atau Buka Puasa Bersama, tetap masih menyatukan pada sebuah tempat yang sama, menikmati hidangan yang sama, menu yang sama. Intinya, Menyatu dalam jama’ah yang satu, ukhwah Islamiyah.Marmus


Friday, July 11, 2014

Al-Quran dan Persatuan Ummat

Posted On 7/11/2014 by gema baiturrahman 0 coment

Drs. H. A. Rahman TB, Lt
Pegawai Kemenag Pusat

Al-Quran, secara konstektual sejatinya mampu menjawab akselerasi perubahan-perubahan ruang dan waktu manusia. Persoalannya adalah kapasitas manusia seperti apa yang mampu memberikan respon intelektual terhadap teks-teks Al-Quran agar ia tidak hanya dibaca secara tekstual, tetapi bersedia berdialog secara konstektual, responsif dan rasional dengan tuntutan objektif zamannya, bahkan sebagai kitab hidayah sepanjang zaman.
 
The Al-Quran is for now and the future (Al-Quran untuk kekinian dan masa mendatang). AI-Quran memuat informasi-informasi universal, prinsipil dan substantif berkenaan dengan manusia yang bersentuhan dengan teologis, etika, hukum, politik, sosial, ekonomi, budaya, masyarakat, umat, alam fisika dan metafisika, dan lain-lainnya.
 
Prinsip universalisme AI-Quran merupakan bukti keluasan isi kandungannya untuk manusia, sehingga tetap elastis dengan tantangan zaman yang kian tak terkendali dan proses perubahan yang sangat cepat. Disinilah muslim harus mengambil peram dengan sebaik-baiknya agar menjadi manusia paripurna.
 
Sehubungan dengan kebesaran AL-Quran dan kewibawaan manusia muslim harus mampu melihat diri seperti apa yang Allah gambarkan dalam AI-Quran itu agar manusia menjadi khalifah di dunia ini secara penuh untuk menguasai dan memberdayakan kosmos ini untuk kepentingan umat secara merata, adil dan makmur.
 
Secara umum ummatan wasatan dapat menjadikan diri antara lain : punya komitmen terhadap kebenaran dan keadilan, Istiqamah dalam keagungan Tuhan, sikap toleransi yang ditonjolkan (kesetiakawanan), suka bermusyawarah, tidak dengki, iri hati dan hasadpaling menolong sesama umat.
 
Demikian juga dengan potensi akal yang Allah berikan kepada manusia agar dapat digunakan secara maksimal untuk kepentingan kemasiahatan umat, dan inilah sebagai ciri muslim yang mengajak kepada persatuan dan kesatuan dan dilarang saling menghina sehingga terjadi perpecahan yang berefek pada kehancuran.
 
Sementara itu pesan AI-Quran kepada kita untuk berbuat baik meningkatkan kualitas pendidikan, menghidupkan potensi ekonomi umat dan berperan aktif secara kolektif untuk memajukan bangsa dan negara.
 
“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya kemudian mereka tidak ragu da/am berjihad ( bersungguh-sungguh) dengan harta dan jiwa meraka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.(QS AI-Hujurat: 15)

Manusia adalah makhluk sosial, kita tidak mungkin hidup sendiri terasing dari manusia lain. Dengan berinteraksi bersama sesamanya/ kita menjadi hidup dan menghidupkan. Tetapi dalam interaksi itu pula konflik, ketegangan, salah pengertian, salah paham, perselisihan y pertengkaran dan benturan seringkali terjadi dan kadang-kadang tidak dapat dihindarkan.

Pada kondisi ini pula orang muslim harus dapat mengambil posisi agar hal seperti itu terjaga dan menjadi missi rahmatan lilalamin agar tidak terjadi kekerasan yang mengancam perdamaian dan ketertiban. Mukmin niscaya mengingatkan pihak-pihak yang berselisih dan mendapatkan limpahan rahmat Allah dan itu pulalah profit muslim yang sejati yang Allah gambarkan dalam AI-Quran. 

Pertanyaannya bersama kita sekarang atau semakin berkurang jauh dan menjauh.Penyair Khalil Gibran berkata : “bergaul dengan orang jahat laksana berdiam di pinggir api, meskipun kau tak sempat terbakar, tapi kau sempat terkena panasnya. Dan bergaul dengan orang-orang baik laksana bersemayam disamping bunga,
kendatipun kau tak sempat menghirupnya, namun kau sempat menikmati harumnya”.


POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2014 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id