Saturday, November 20, 2010

Qurban Arisan ala Jamaah Quba


Rata PenuhBeberapa tahun ini, jumlah orang yang berqurban cenderung meningkat. Salah satunya berkat faktor kemudahan melalui arisan dan tabungan. Caranya, tujuh orang membentuk satu kelompok, kemudian menyetor sejumlah uang per bulan dengan besaran berkisar Rp. 120 ribu sampai dengan Rp. 125 ribu. Sehingga dalam setahun perorang anggota arisan qurban akan menyetor antara Rp.1,4 juta sampai dengan Rp. 1,5 juta. Sehingga satu kelompok yang beranggotakan tujuh orang dapat mengumpulkan Rp. 10 juta lebih. Uang sejumlah itu sudah dapat dibelikan seekor sapi yang mencukupi syarat hewan qurban.

Demikianlah yang diterapkan oleh jama’ah Masjid Quba di Gampong Sukaramai Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Arisan bagi masjid yang berada di Jalan Singgah Mata ini, dikelola oleh kalangan ibu-ibu. Cicilan uang arisan dilakukan mingguan atau bulanan yang disetorkan saat kegiatan pengajian yang diadakan setiap Selasa malam.

H Dharma Sentosa, Ketua Panitia Qurban tahun 1431H di Masjid Quba mengatakan, pengelolaan arisan sepenuhnya ditangani kaum ibu. “Bapak-bapak biasanya secara tunai dan spontan bergabung mendekati hari Idul Adha” katanya.

Sebelum pelaksanaan idul qurban berlangsung, panitia sudah menyebarkan himbauan berupa formulir kepada para jamaah masjid yang menaungi Lingkungan Gunung Geurutee dan Gunung Paro dengan jumlah 800an kepala keluarga. Dalam formulir yang diedarkan tersebut dikutip juga sebuah hadits riwayat Ahmad, Ibnu Majah, “Barangsiapa mempunyai kelonggaran (harta), namun ia tidak melaksanakan qurban, maka janganlah ia mendekati mushalaku (masjidku)”.

Kiat ini cukup berhasil. Rata-rata setiap idul qurban terkumpul 10 sampai 14 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Bahkan pada tahun 2007 lalu, panitia berhasil memotong 16 ekor sapi. Untuk Idul Adha 1431 H, sudah terdaftar sebanyak tujuh ekor sapi dari hasil patungan tujuh kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan tujuh orang. Jumlah tersebut menjelang hari H akan bertambah.

Kesertaan niat jamaah untuk berqurban pun tidak dibatasi dari kalangan mampu saja. Warga kurang mampu dapat berpartisipasi dengan bersedekah uang sekedarnya. “Ada kecenderungan bagi warga yang kurang mampu untuk berqurban. Mereka akan merasa kecewa apabila tidak dilibatkan dalam berqurban,” jelas H Dharmai. Warga yang masuk dalam golongan ini tetap bersedekah, walau hanya Rp. 50 ribu saja.

Sebidang Tanah Qurban
Pada malam takbiran Idul Adha, biasanya hewan-hewan yang akan disembelih sudah ditambat di sebidang tanah berukuran 400 m2. Tanah tersebut dibeli atas prakarsa jamaah beberapa tahun lalu. Akhirnya tanah yang dibeli khusus untuk penyembelihan dan pembagian hewan qurban itu, dibayar secara cicilan dan baru lunas pada bulan Ramadhan 11431H lalu. “Halaman masjid tidak memadai untuk menyembelih dan membagi hewan qurban. Karenanya warga sepakat mengumpulkan dana untuk membeli tanah kosong yang ada di seberang masjid,” jelas Dharma.

Tanah tersebut sehari-hari dimanfaatkan sebagai lapangan bola voli dan sarana bermain anak-anak. Sementara semua pembiayaan yang ada dalam pengelolaan qurban seperti uang transport petugas khusus yang terdiri dari tiga orang, pembelian kantung plastik dan alas potongan daging diperoleh dari hasil penjualan kulit sapi yang disembelih. Waktu penyembelihan dilakukan pada hari H, setelah shalat Idul Adha. Namun bila hari raya qurban jatuh pada hari Jum’at, penyembelihan dilaksanakan keesokan harinya.

Semua pengelolaan dari pengumpulan dan pengadaan hewan qurban, penyembelihan, pembagian tumpukan potongan daging dan pendistribusian dilakukan panitia dan jamaah. “Tapi panitia tetap memakai tenaga khusus untuk penyembelihan,” tambahnya.

Kambing Kurang diminati
Mengapa hewan jenis sapi lebih diminati para pengurban? Ternyata masyarakat memilih sapi karena dagingnya dapat dikonsumsi banyak anggota keluarga. Sehingga jumlah sapi jauh lebih banyak dipilih untuk diqurbankan. “Tapi panitia tetap menerima kambing yang diserahkan orang yang berqurban”. Karenanya jamaah masjid Quba ini tiap hari raya menjelang, jumlah sapi berkisar 10 sampai 16 ekor, sementara kambing hanya 3 atau 4 ekor saja.

Seluruh hewan qurban yang berhasil dikumpulkan panitia akan disembelih dan dibagi menjadi 1000 tumpuk lebih. Pihak pengurban dan calon penerima sudah dibagikan kupon untuk ditukar dengan tumpukan qurban beberapa hari sebelum penyembelihan. Berat per tumpuk sekitar 3 kg yang terdiri dari daging, isi perut dan tulang. Sedangkan kulit diuangkan sebagai pengganti biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan qurban. “Hasil penjualan kulit qurban dipergunakan dari penyembelihan sampai tumpukan daging didistribusikan,” tambah Dharma.

Tidak semua tumpukan qurban yang ada diperuntukkan bagi warga dan jamaah Masjid Quba saja. Panitia juga menyediakan cadangan untuk memenuhi permintaan pihak lain, seperti pengasuh panti asuhan yang berdomisili di daerah lain.
(Riya Ison)

Baca Juga yang di bawah ini:

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 coment:

Post a Comment

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2013 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074. Email: gema_btr@yahoo.co.id