Monday, January 3, 2011

Haji Mabrur



WAWANCARA
Drs. H. Abdullah Puteh, Sekretaris IPHI Aceh

Menjadi haji yang mabrul merupakan dambaan semua jemaah haji dan itu sudah diencanakan jauh sebelum keberangkatan. Ada kiat-kiat yang harus lebih dulu dipersiapakan jauh sebelum keberangkatan. Dari mulai ke ikhlasan niat, kebersihan harta, bimbingan manasik dan hal-hal ynag lainnya. Berikut wawancara team Gema Eriza dengan Drs. H. Abdullah Puteh, Sekretaris IPHI Aceh.

Apakah semua jamaah haji yang telah melakukan ibadah haji di katakana haji mabrur?
Sebelumnya kita harus tahu dulu dan melihat awalnya setiap calon jamaah haji menghendaki haji yang mabrur. Belum tentu semua calon jamaah haji itu mendapatkan atau memperoleh haji yang mabrur. Ini harus kita ingat. Misalnya dalam tahun ini ada jamaah haji lebih kurang tiga juta jamaah haji. Itu tidak mabrur semuanya, karena dalam pelaksanaan haji ada yang mabrur ada yang mardud, ada yang di terima dan ada yang di tolak. Ada kiat-kiatnya agar seseorang itu memperoleh haji yang mabrur dan di terima ibadah hajinya oleh Allah.

Apa saja kiat-kiat haji yang mabrur?
Dalam ajaran agama ada kiat-kiat seseorang itu memperoleh haji yang mabrur antaranya, pertama, harus ikhlas. Seseorang melaksanakan ibadah haji itu betul-betul penuh keikhlasan bukan disebabkan karena ada orang lain sudah pergi, jadi dia ikut-ikutan, itu bisa jadi riya. Tetapi berangkat karena memang dengan niat yang ikhlas. Kedua, harus dari harta yang bersih dan suci bukan dari harta yang subhat. Ketiga, dia harus melakukan pelaksanaan ibadah haji itu sesuai dengan tuntunana manasik haji yang dilakukan oleh Rasulullah tidak di tambah dan tidak di kurang. Keempat, suka dia tolong menolong dalam melaksanakan ibadah haji, siapa yang perlu di bantu ya di bantu dan banyak lagi hal-hal atau kita-kiat untuk memperoleh haji yang mabrur. Tetapi itu adalah kita yang paling utama yang harus di lakukan. Apa pun ibadah yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan Allah akan menerimanya tidak hanya dalam hal melaksanakan ibadah haji.

Bagaimana mempertahankan haji mabrur?
Sebelumnya kita harus melihat tanda-tanda orang yang telah memperoleh haji mabrur di antaranya pertama, suka menderma atau memberi makan anak yatim, fakir miskin. Kedua, selalu menebarkan perdamaian atau salam. Ibaratnya seorang haji yang mabrur itu kalau dalam masyarakat menjadi contoh teladan dalam masyarakat. Ibadahnya merupakan teladan. Kalau mungkin sebelum ke haji dalam melaksanakan ibadahnya masih terpaksa dan bolong-bolong sekarang sudah pasti dan setiap saat melaksanakan ibadah tanpa ada keterpaksaan atau ketinggalan lagi dalam hal ibadah.

Untuk menjaga dan mempertahankan haji yang mabrur bagi orang yang mabrur itu harus selalu mengingat kembali bagaimana melaksanakan ibadah haji itu di Raudhah yaitu salah satu tempat dalam Masjid Madinah yang mabrur doa. Bagaimana perjuangannya di Arafat, itu akan teringat kembali. Oleh karena itu kita lihat orang yang baru pulang dari melaksanakan ibadah haji mereka itu terpanggil dan teringat kembali peristiwa-peristiwa di tanah suci. Ada satu organisasi dalam ikatan perhajian ini namanya Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia(IPHI) yang merupakan organisasi kebajikan. Yang anggotanya orang yang telah berhaji. Tugas organisasi ini memberi bimbingan kepada calon jamaah haji yang ingin berangkat haji. Berusaha untuk menjaga kemabruran para jamaah haji yang telah pulang dari haji.

Bagaimana IPHI membina para jamaah agar tetap melaksanakan ibadahnya setelah pulang dari haji?
Dalam organisasi IPHI ini ada tiga badan pelaksana antara lain, pertama, majelis taklim , kedua, majelis zikir ikatan persaudaraan haji dan ketiga, angkata muda ikatan persaudaraan haji Indonesia. Kalau majelis taklim mereka itu merupakan salah satu badan pelaksana. Mengumpulkan para jamaah-jamaah haji itu untuk memberikan pengajian. Supaya para jamaah tetap bisa menjaga kemabruran hajinya. Sebab kalau kemabruran haji itu tidak di jaga maka dia pasti akan hilang. Ada jamaah haji yang mabrurnya hanya dua minggu setelah itu kembali seperti semula, ada satu bulan, satu tahun. Itu semua tergantung pada pribadi masing-masing. Itu salah satu cara yang di lakukan pihak IPHI untuk menjaga mabrur para jamaah haji.

Kalau pola majelis zikir yaitu mengingat kembali, mengenang dan menyebut kembali. Karena dalam pola zikir ini banyak sekali orang-orang yang bisa kembali sadar dari kemarin-kemarin yang mungkin bisa dikatakan tidak sadar. Kalau betul-betul berzikir dengan mengenang Allah pasti hatinya terpaud dengan Zikrullah. Selanjutnya angkatan muda merupakan jamaah haji yang muda-muda yang sudah pernah berhaji. Mereka merupakan kader yang akan membawa masyarakat kepada masyarakat yang agamis yang selalu di ridhai pekerjaannya oleh Allah.

Apakah perlu mendaftar untuk bisa mendapatkan binaan dari IPHI?
Pada hakikatnya semua orang yang telah melaksanakan ibadah menjadi anggota ikatan persaudaraan haji, tetapi yang mendapat kartu anggotanya adalah mereka-mereka yang mendaftar sesuai dengan aturan dan administrasi ikatan persaudaraan haji. Insya Allah kita punya kartu ikatan persaudaraan haji yang bekerja sama dengan Bank BPD Aceh. Bentuk kartunya di buat seperti ATM. Jadi secara otomatis, orang yang telah melaksanakan ibadah haji menjadi anggota, tetapi untuk memperoleh kartu harus mendaftar dan tidak di pungut biaya alias gratis.

Tidak ada penentuan waktu dalam hal belajar setelah pulang dari haji. Pelatihan dan berbagai macam kegiatan agama yang di berikan IPHI boleh di ikuti terus tiap bulan. Karena pola belajarnya pun tidak sama, misalnya minggu ini fiqih, minggu depan tafsir. Ada jadwalnya bukan arti musiman tetapi dia itu berkelanjutan. Ada pelajaran-pelajaran tertentu sesuai jadwal termasuk juga pelajaran-pelajaran kerumah tanggaan untuk ibu-ibu jika dalam hal majelis taqlim ibu-ibu. Yang paling penting mereka berkumpul bukan untuk membicarakan orang lain tetapi membicarakan masalah agama, manfaat keluarga dan sebagainya. Tidak di tentukan batas waktu berlanjut terus setiap tahun.

Baca Juga yang di bawah ini:

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 coment:

Post a Comment

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2013 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074. Email: gema_btr@yahoo.co.id