Saturday, February 19, 2011

Harus Lebih Baik dari Kemarin


KHUTBAH :: Khatib Tgk. Faisal Ali


Alhamdulillah kita hari ini berada di hari yang ke 32 tahun 1423 Hijriyah dan hari ke 7 tahun 2011 Miladiyah, sadar atau tidak bahwa usia kita telah berkurang dari saldo yang dihibahkan Allah SWT. Sementara investasi pahala untuk simpanan di akhirat masih sangat tipis, dibanding nikmat-nikmat Allah yang setiap detik selalu mengalir yang tiada putus-putusnya. Dari segi ini saja kita seharusnya merasa malu, di mana kita yang mengaku sebagai hamba Allah tetapi dalam banyak hal orientasi kita menkonsumsi nikmat-nikmat Allah dan lupa bersyukur kepadaNya, bahkan kita sering mengaktualisasikan diri kita sebagai hamba dunia. Kita masih saja lebih banyak sibuk menginvestasi kepentingan dunia dari pada investasi untuk akhirat. Semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia.

Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok, dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”(QS: Al-Hasyr , 59). Hidup di bawah naungan Allah SWT adalah hidup yang disinari ilmu dan iman. Hidup dengan ilmu dan iman akan memiliki dinamika kegiatan yang positif serta sangat indah dan nyaman dinikmati oleh pemiliknya atau hamba Allah yang lainnya. Hidup yang dinamis,istiqamah dalam kebaikan dan keteguhan hati akan cepat bergerak dan mudah dalam melawan bujukan syaithan dan rayuan hawa nafsu.

Ilmu akan menyinari hidup sehingga mudah kembali ke jalan Allah. Dengan Ilmu seseorang akan mampu melihat perbuatan yang baik dan buruk, yang merugikan atau yang menguntungkan, yang benar atau yang salah. Hidup yang dijalani hamba Allah yang taat, beriman dan bertaqwa dilihat sangat indah dan nyaman oleh keluarga dan masyarakatnya, karena pada kesehariannya memancar dari dirinya akhlaqul karimah, sikap mulia dalam pergaulan serta perkataan dan nasehatnya sesuai dengan yang kerjakannya, menyejukkan, menyenangkan dan kasih sayang. Padahal mungkin hidup yang dilaluinya tidaklah seindah yang terlihat, karena tak seorangpun yang bebas dari ujian dan cobaan dalam hidupnya.

Niat yang tulus dan keyakinan yang kuat untuk menghiasi hidup ini dengan langkah perbuatan dan kegiatan-kegiatan yang mengandung makna pengabdian kepada Allah SWT, menjadikan hidup seseorang itu indah dan perbuatannya itu akan menghasilkan manfaat bagi lingkungan sekitamya. Dari dirinya akan terlihat, bahwa hidup ini adalah anugerah yang tidak ternilai, lebih dari segala yang dimilikinya seperti harta dan kekayaannya.

Firman Allah SWT : “Kepunyaan Allah lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu mengungkapkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu….. ” (QS: Al baqarah: 284)

Perubahan itu tidak akan pernah berhenti dan akan selalu terjadi dalam kehidupan kita, baik itu melalui sebuah proses yang di sengaja ataupun mengalir seperti air. Karena sang waktu tidak pernah mengenal kata menunggu, dia akan selalu berjalan berdasar ketentuannya dan kita sebagai manusialah yang harus mengisi perjalannya dengan berbuat amal shaleh agar menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna. Rasulullah Saw mengigatkan dalam hadistnya: “Bahwa jika hari ini kita lebih baik dari kemarin kita termasuk orang yang beruntung, akan tetapi jika hari ini kita sama dengan kemarin kita termasuk orang yang merugi. Dan lebih gawatnya lagi kalau hari ini lebih jelek dari kemarin kita termasuk orang yang di laknat Allah”.

Menjadi pribadi terbaik merupakan dambaan setiap insan yang beriman dan berilmu. Dengan motto” Bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini” Detik ini di hadapan Allah SWT mari kita canangkan sebuah perubahan besar dalam hidup kita. Karena sebenarnya hadist Rasulullah SAW tersebut memotivasi kita agar berjalan pada jalur pencapaian jati diri yang terbaik. Namun godaan hidup membuat hari-hari ini tidak menjadi lebih baik dari kemarin. Bisa bertahan pada posisi kemarin saja sudah harus bersyukur.
Rasulullah SAW bersabda “Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan nafsunya dan beramal bagi kehidupan sesudah mati”

Kita wajib berupaya hari ini jangan lebih buruk dari kemarin, kalaupun ada keburukan menimpa pada hari ini atau esok, tidak lebih dan kurang adalah daya pengingat dari sang Maha Penguasa agar bisa bersikap lebih baik lagi. Kalau sekiranya kita mau merenungi dengan mata hati maka akan jelas dengan sejelas-jelasnya “ Kebutuhan kita itu tidaklah banyak. Sesungguhnya yang banyak itu hanya keinginan saja.” Angan-angan yang tidak didukung oleh kemampuan yang kita miliki sering kali akan menjerumuskan kita ke lembah kehinaan.

Disaat ini dan di dalam rumah Allah ini selayaknya, kita sebagai muslim yang taat, mengintrospeksi diri (muhasabah) apa-apa yang telah kita perbuat. Dan bertekad memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita.

Sebagai manusia beriman kita juga harus menerima realita bahwa tidak semua yang didambakan itu akan kita dapatkan di dunia ini, masih ada sebahagian dari saudara kita yang belum beruntung seperti keberuntungan kita pada hari ini.

Rasulullah berabda “Sesungguhnya Allah memberikan dunia bagi yang dicintai-Nya dan yang tidak di cintai-Nya” Terbaik di sini juga equivalen dengan menjadi pribadi yang bermanfaat baik bagi dirinya, keluarga, lingkungan, agama dan negaranya. Mari kita renungi Sudahkah kita berada pada jalur tersebut?

”Sebaik-baik manusia adalah yang lebih bermamfaat bagi manusia yang lain” Pada hari, bulan dan tahun ini, mari kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Allah SWT berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah. Kalaulah dihari-hari sebelumnya kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita tinggalkan kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.

Jika memang beribu kekurangan melekat pada diri kita dihari sebelumnya, semoga di hari ini kita bisa membenahi dan memperbaiki semua kekurangan tersebut, dan jika seandainya hal-hal yang sudah dirasa baik yang melekat pada diri kita, mudah-mudahan dapat ditingkatkan perihal kebaikan tersebut atau paling tidak dipertahankan. Semoga kita mampu mengatasi dan melewati segala bentuk ujian hidup yang senantiasa melekat dan mutlak adanya dalam kehidupan ini.

Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memperbanyak amalan-amalan shaleh.Allah berfirman ”Dan orang-orang yang beriman serta beramal shalih, mereka itu penghuni syurga. Mereka kekal didalamnya”(QS Al-Baqarah 82).

Mulailah dari sekarang untuk memperbaiki diri tidak ada istilah sebentar lagi, nanti, besok, lusa dan sebagainya karena kita tidak tahu kapan kehidupan di dunia ini berakhir. Allah SWT berfirman ” Artinya : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jikalau kamu wafat, apakah mereka akan kekal, Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah kamu sekalian dikembalikan(QS: Al-Anbya 34-35).

Ayat diatas sungguh sangat jelas menerangkan, bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal, dan semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Seandainya jiwa kita tersentuh dengan ayat Allah di atas tentunya kita tidak akan membiarkan jiwa raga tenggelam dalam kubangan kemaksiatan, dan kita tidak menunggu hari esok untuk berbuat amal shaleh. Dan bukankah kita sudah tahu bahwa ajal manusia adalah rahasia Allah SWT semata. Firmannya dalam al-Qur’an menyatakan: Artinya : ”Tiap-tiap umat memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya”. Dengan ayat ini kita dapat memahami bahwa umur kita akan terus berjalan seiring jarum jam berputar, dan kesempatan tidak akan pernah mengiringi putaran jarum jam, dan yang pasti kesempatan itu tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya.pepatah Aceh menyebutkan ”Teulah sithon..ureung meugo,teulah si urou ureung meurusa” Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang. Pepatah arab”Hari yang berlalu tidak akan pernah kembali”

Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amal saleh, belajar dengan tidak mengenal waktu, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridha Allah SWT semata. Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok pagi kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati cahaya matahari dan rasa kopi dan kelezatan lainnya, tetapi siapa tahu nanti atau besok kita akan mati.

Kita tidak boleh lalai dan terbuai dengan kesenangan yang membabi buta di dunia ini akan tetapi selalu dituntut untuk berbuat baik disetiap waktu, setiap kali, dan di setiap kesempatan. Seandainya Allah memberikan rejeki materi, sebagai hamba Allah yang menyadari akan keterbatasannya sudah tentu. Satu bagian kita investasikan di dunia, satu bagian kita investasikan untuk akhirat, dan satu bagian lagi kita gunakan sebagai suplemen untuk aktifitas didunia ini yang pada dasarnya juga investasi untuk akhirat karena seseorang mustahil menggapai akhirat tanpa melalui hamparan kebun yang namanya Dunia. Rasulullah Saw bersabda ”Dunia ini adalah tempat menyemai benih-benih kebaikan untuk bekal di akhirat”.

Ada baiknya kita mengevaluasi dengan hati dan menganalisis dengan aqal apa yang telah kita lakukan dan persiapan untuk menggapai hari esok yang lebih baik. Hati yang mulia dan baik selalu mendapatkan tempat yang mulia di mata Allah. Hati yang baik mengantarkan pemiliknya kepada perbuatan yang baik dan terpuji. Hati yang baik mendatangkan pahala dan karunia Allah tidak hanya untuk pemiliknya, namun juga untuk seluruh umat manusia. Rasulullah Saw bersabda "Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging, ketika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan kalau dia buruk maka akan buruk seluruhnya".

Hati yang baik bukanlah sekedar karunia dari Allah yang diberikan kepada orang-orang tertentu saja, namun hati yang baik juga bisa didapatkan dengan latihan dan pendidikan. Salah satu cara untuk mendapatkan hati yang baik adalah dengan senantiasa membuka komunikasi hati dan Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Baik, maka siapapun yang selalu berkomunikasi kepada-Nya akan mendapatkan pancaran kebaikan. Semoga kita diberi karunia hati yang baik. Jangan tergoda dengan tipuan syetan yang berbisik dalam hati, seperti berbuat keji dan mungkar, atau berputus asa, sehingga bertindak atau melakukan perbuatan yang dimurkai Allah SWT. Dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan sabar dan shalat, insya Allah petunjuk akan datang dan akan nyata jalan yang harus kita lalui atau laksanakan.

Tidak ada manusia yang tidak khilaf dan bersalah. Tidak ada kehidupan manusia yang bersih dari noda dan dosa. Dengan kesadaran, marilah kembali kepada Allah melalui sujud dan permohonan ampunan. Serahkanlah permasalahan hidup kepada-Nya secara total, dan lakukan dengan sabar dan tekun. Janji Allah untuk mengabulkan doa kita merupakan motivasi untuk bersegera berbuat baik. Nabi saw bersabda, "Cintailah Allah karena Ia telah bermurah hati dan menganugerahkan segala kebaikan kepadamu."

Baca Juga yang di bawah ini:

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 coment:

Post a Comment

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2013 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074. Email: gema_btr@yahoo.co.id