Saturday, April 9, 2011

Mewujudkan Sikap Adil dan Jujur


Khatib: Prof. Dr.Al Yasa` Abubakar


Perintah agar umat Islam bahkan semua manusia bersifat jujur dan adil serta mempraktekkannya di dalamkehidupan sangat banyak dalam Al-qur’an dan hadis Nabi. Salah satunya Ali Imran ayat 75: “Diantara Ahl al-Kitab ada orang yang jika engkau memercayakan (menitipkan) kepadanya harta yang banyak, mereka tidak mengkhianati amanah kamu, sehingga dikembalikannya kepada kamu apa yang engkau percayakan ini secara sempurna kepadamu; dan diantara mereka ada orang yang jika engkau memercayakan kepada mereka satu dinar saja, mereka mengkhianati amanah yang kamu berikan, sehingga tidak dikembalikannnya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya.

Yang demikian itu karena mereka mengatakan: Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi (orang yang tdaik memiliki pengetahuan tentang kitab suci bahkan buta huruf). Mereka berkata dusta kepaa Allah padahal mereka mengetahui.”

Ayat ini berbicara tentang sikap sebagian ahli kitab di Madinah, yang mengganggap berlaku tidak jujur atau curang terhadap orang lain diizinkan agama mereka. Allah menyatakan mereka berdusta. Allah menyatakan bahwa semua pengikut agama diperintahkan untuk selalu berbuat jujur, adil dan amanah.

Berdasarkan ayat ini dan ayat lain yang semakna, umat Islam harus amanah, harus mengembalikan barang yang dia pinjaman dan harus membayar utang sesuai dengan janji yang sebelumnya sudah dibuat, dengan siapa pun janji itu dibuat. Baik terhadap pribadi-pribadi atau juga terhadap lembaga (badan), baik dalam jumlah yang besar atau jumlah yang kecil. Utang tetap menjadi utang yang harus dibayar, dan tidak akan terhapus dosanya dengan amalan-amalan lain kecuali dimaafkan oleh orang yang berutang. Dan kita harus ingat utang kepada lembaga seperti bank, sukar sekali memperoleh pemaafannya karena utang itu berkaitan dengan sistem. Pemaafan dari direktur atau salah satu karyawan tidaklah memadai dan mungkin juga tidak sah.

Dalam ayat lain Allah memerintahkan umat Islam untuk amanah, berbuat jujur dan adil kepada semua orang, termasuk kepada dirinya sendiri, di dalam semua keadaan. Seperti yang tercantum dalam surat Al-maidah ayat 8: “Wahai orang-orang yang beriman,hendaklah kamu menjadi qawwamin karena Allah, menjadi sakis-saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena keadilanitu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan berbuat zalim atau dalam keadaan dizalimi. Sahabat bingung. Mereka bertanya, apa maksud menolong orang yang berbuat zalim. Rasulullah menjawab, tolong dia, ingatkan dia agar dia menghentikan kezalimannya.

Makna amanah, adil dan jujur kepada diri sendiri adalah tidak berbohong, tidak menipu diri sendiri, mau dan berani mengaku salah ketika memang salah, bersedia meminta maaf dengan sungguh-sungguh, bahkan bersedia dihukum kalau kesalahan yang dia lakukan itu menyebabkan dia harus dihukum.

Curang saat ujian
Di tengah masyarakat kita sekarang, menjelang ujung tahun ajaran, ketika murid dan siswa sekolah akan memasuki ujian akhir, baik ujian akhir sekolah atau pun ujian akhir nasional, beban psikologis anak dan orang tua bahkan guru terasa berat. Mereka takut tidak lulus. Anak akan terbebani, orang tua merasa malu, guru dan kepala sekolah juga malu, karena sekolahnya dianggap bobrok. Sebagian orang mencari jalan pintas. Mengorbankan kejujuran, demi kelulusan. Sebagian guru membiarkan anak didik menggunakan bocoran jawaban untuk menjawab soal ujian, sebagian guru dan orang tua malah mencari bocoran jawaban dan menyerahkan kepada anak didik. Sebagian yang lain memberi izin kepada anak-anak untuk melihat catatan atau mengajarkannya di ruang kelas ketika ujian sedang berlangsung.

Fenomena ini sekiranya kita renungksn secara mendalam, akan terasa menyedihkan dan sangat memilukan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk mengajar anak-anak untuk menjadi jujur, amanah dan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dirusak dan dihancurkan oleh sebagian guru dan orang tua yang tidak bertanggung jawab menjelang mereka tamat dari sekolah masing-masing. Dengan gejala ini, hakikat dari pendidikan yaitu pewarisan nilai yang luhur dan tinggi dan pembentukan kepribadian yang kuat dan tangguh, sudah kita rusak dan kita kangkangi sebelum dia tumbuh di dalam kepribadian anak.

Memang tidak semua orang tua dan tidak semua guru seperti itu. Penulis mengetahui masih ada bahkan banyak guru yang jujur, dan begitu juga masih banyak sekolah yang jujur, yang betul-betul menjaga anak didiknya agar lulus dengan kemampuan masing-masing. Tetapi gejala mencari jawaban ujian secara tidak sah ada di tengah masyarakat, bahkan mungkin kelihatannya semakin hari semakin meluas.

Khatib merasa kalau gejala ini semakin meluas dan tidak kita hentikan secepatnya, maka itu akan menjadi musibah dan bencana besar, karena merusak nilai dan moral generasi muda kita. Bagaimana keadaan nanti kalau kejujuran hilang dari sebagian besar masyarakat kita. Masyarakat akan semakin rapuh, Korupsi dan penipuan menjadi peristiwa biasa dan kejujuran serta kesetiaan menjadi barang langka. Ketika itu bencana dan musibah sebagai hukuman Allah akan turun dan kita akan menjadi bangsa yang kalah, bangsa yang menderita, dilecehkan dan diabaikan.

Karena itu marilah kita perbaiki secepatnya, kita ingatkan para guru, dan para orang tua agar menanamkan nilai kejujuran dan kerja keras serta adil walaupun terhadap diri sendiri, kepada semua anak didik, semua generasi muda kita. Kepada anak-anak juga harus kita peringatkan bahwa kejujuran dan kerja keras serta disiplin adalah bagian dari kepribadian yang akan menentukan keberhasilannya di masa depan nanti.

Baca Juga yang di bawah ini:

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 coment:

Post a Comment

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2014 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id