Friday, October 14, 2011

Memaksimalkan Manfaat Qurban


Ibadah qurban mengandung dua esensi; spiritual-transendental dan sosial humanis. Sisi spiritual transendental merupakan konsekuensi wajar dari ketaatan dan kepatuhan hamba kepada Allah untuk melaksanakan ibadah qurban yang diperintahkan. Sementara sisi sosial humanis tampak dari adanya pendistribusian hewan qurban kepada mereka yang berhak menerimanya.

Secara psikologis simbolis, berqurban melambangkan pembuangan sifat hewani pada diri manusia. Semisal sifat kejam, serakah, bengis, dan egois yang disimbolkan dengan tebusan penyembelihan hewan qurban. Penyembelihan ini dikiaskan sebagai bentuk ‘kerelaan’ hewan untuk diqurbankan oleh manusia demi menuruti kekuasaan yang dimiliki oleh manusia. Dengan pemaknaan ini, sisi spiritual transendental ibadah qurban akan ditransformasikan kepada manusia; sepatutnyalah sebagai hamba, manusia rela berqurban dan tunduk pada kekuasaan Tuhan.

Refleksi sosial ibadah qurban bukan sekedar terletak pada pendistribusian daging qurban, tanpa mempertimbangkan aspek kebutuhan. Karenanya, formulasi pendistribusian daging qurban harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang dikategorikan sebagai pihak yang berhak menerima bagian qurban. Ini penting untuk diperhatikan agar efek dari qurban yang telah dilakukan dapat membumi. Sebagaimana paparan Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, makna sejati dari ibadah qurban adalah pendistribusian nilai-nilai humanis, tidak hanya pendistribusian daging.

Di tengah begitu banyaknya musibah yang menimpa saudara-saudara kita, sudah saatnya kita berpikir untuk mengoptimalkan manfaat daging qurban. Sebagaimana arahan Rasulullah agar ummat muslim tidak menghabiskan uddhiyyah dalam waktu 3 hari. Optimalisasi ini ditempuh agar daging qurban memiliki manfaat yang lebih lama dan dapat didistribusikan ke berbagai daerah yang paling membutuhkan. Salah satu tekniknya adalah dengan mengolah daging qurban menjadi kornet atau abon.

Optimalisasi ini sudah dipraktikkan oleh sejumlah lembaga pengelola qurban. Sayangnya, belum begitu populer di kalangan masyarakat. Dibutuhkan sosialisasi dan kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak. Kita tentu tidak ingin daging qurban hanya menumpuk di salah satu tempat, atau terdistribusi kepada orang-orang yang kehidupan sehari-harinya masih tercukupi dengan baik. Sementara di luar sana, ada saudara-saudara kita yang terancam mati kelaparan.(GBO)

Baca Juga yang di bawah ini:

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 coment:

Post a Comment

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2013 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074. Email: gema_btr@yahoo.co.id