Headlines News :
Home » » Melahirkan Hafidz Sebanyak-Banyaknya

Melahirkan Hafidz Sebanyak-Banyaknya

Written By gema baiturrahman on Monday, February 27, 2012 | 2/27/2012

Ustad Sualib Chamsin,
Pimpinan Madrasah Ulumul Quran
(MUQ) Pagar Air, Aceh Besar

Ustadz Sualib Chamsin merupakan hafidz al Quran 30 Juz yang banyak mengabdikan ilmu penghafalannya di Aceh sejak tahun 1991. Ia lahir di Bandung, 15 Januari 1960, telah menikah dengan perempuan Aceh, Syafriah, yang dikaruniai tiga orang anak (Nailul Aulia, Minatul Maula dan Muhammad Sahal). Sampai sekarang ia masih tetap mengajar Al Quran sekaligus sebagai pimpinan pesantren di Madrasah Ulumul Quran, Pagar Air, Aceh Besar.

Dari waktu ke waktu, jumlah santri yang menuntut ilmu di MUQ tersebut semakin ramai. Terutama setelah dibuka sistem pendidikan modern dengan menambahkan sekolah Tsanawiyah dan Aliyah. Kendati begitu, pendidikan menghafal al Quran merupakan skala prioritas pengajaran.

Hingga saat ini, Ustadz Sualib telah berhasil melahirkan lebih dari enampuluh hafizd yang ada di seantero Aceh. Sebagian muridnya sudah menjadi guru hafizd dan imam di masjid-masjid di Aceh dan provinsi lain di Indonesia. “Selain sudah tersebar di Aceh dan luar Aceh, bahkan dari Malaysia juga datang kemari mencari hafizd untuk dibawa kesana,” tutur Ustadz Sualib.

Menurut dia, Aceh merupakan daerah sangat potensial untuk melahirkan kader-kader penghafal al Quran. Hal itu dikarenakan sejarah Aceh dan penduduknya yang sangat kental dengan Islam. Selain itu, dengan menghafal al Quran, maka Allah akan memberikan kedamaian pada diri penghafalnya, serta lingkungannya. “Saya bercita-cita untuk melahirkan penghafal Al Quran sebanyak-banyaknya di Aceh,” tambahnya.

Saat semua muridnya belum tersebar ke berbagai daerah, ia pernah membuat program menamatkan al Quran dalam satu hari. Caranya dengan menugaskan tiga puluh muridnya untuk menghafalkan masing-masing satu juz dalam satu hari. “Program mulia itu pernah berjalan, tapi berhenti karena semua murid sudah meyebar,” kata salah satu muridnya, Zamhuri Ramli, yang sekarang menjadi Imam Masjid Raya Baiturrahman.

“Ustadz Sualib adalah guru saya, ia termasuk guru yang disiplin dan sukses mendidik murid-muridnya, serta sangat lancar penghafalannya. Yang sangat saya ingat, ketika ia menyuruh sesuatu kepada muridnya, dia juga mengerjakannya,” tambah Zamhuri yang pernah nyantri enam tahun di madrasah tersebut, kemudian melanjutkan ke PTIQ, Jakarta.

Kepada pemerintah, pimpinan MUQ itu meminta agar mensosialisasikan keberadaan para hafidz sehingga para hafidz merasa dibutuhkan dalam masyarakat. Misalnya dalam bulan Ramadhan, para hafidz bisa diundang ke masjid-masjid untuk menjadi imam shalat taraweh dan sebagainya.
Sejarah adanya Madrasah Ulumul Quran (MUQ) tersebut berawal dari keinginan mantan Gubernur Aceh, Ibrahim Hasan untuk mendirikan lembaga pendidikan hafal Quran khusus di Aceh. Saat itu Ibrahim Hasan meminta kepada Perguruan Tinggi Ilmu al Quran (PTIQ) Jakarta, agar mengirimkan guru penghafal Quran ke Aceh. Dari itulah awal kedatangan Ustadz Sualib ke Aceh yang sebelumnya juga pernah mengajar di MUQ Langsa, Aceh Timur (sekarang kota Langsa).

Ketika wartawan Gema menanyakan motto hidupnya yang barangkali bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat, ia hanya mengatakan, “Jalani apa adanya,”. Wallahu A’lam. m. syukur hasbi
Share this article :

0 coment:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. - Kontak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id
Copyright © 2014. Gema Baiturrahman Online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template Editing by Saifuddin