Tuesday, June 25, 2013

Ini Qari Indonesia di MTQ Internasional 2013


Sebulan lalu, Muhammad Iqbal baru kembali dari menjajal kemerduan suaranya dalam melantunkan ayat-ayat suci al Qur’an di kancah dunia. Tepatnya 30 Mei s.d. 8 Juni 2013 lalu, Iqbal, panggilannya, mewakili Indonesia menjadi duta pada even MTQ  Internasional di Teheran, Iran. Sebelumnya suami Dewi Safurah SH ini, juga pernah mengikuti ajang silaturrahmi para qari terbaik dunia yang menempatkan dirinya pada peringkat IV dalam MTQ DMDI II Malaka 2011 di Malaysia.

Namun di negeri mullah ini, ayah dari Azkia Mafaza, M Mumtazl Fata, M Kamil Ghifari dan Agdhila Khanza Azzahra mendapatkan pengalaman yang tidak pernah terbersit sebelumnya. Bagi ustad kelahiran Banda Aceh tahun 1980 ini, sesuai mottonya, “Cintailah al Qur’an dengan penuh keikhlasan, maka al Qur’an akan memberikan segalanya untukmu”, maka dalam ajang perlombaan mentadabburkan ayat suci berirama ini, juara bukanlah target sebenarnya. Dalam benaknya, tidaklah mungkin dalam risalah mengagungkan al Quran itu akan dikotori dengan kecurangan.
 
Sesuai penuturannya, runutan pelaksanaan MTQ yang diikuti 92 peserta dari 92 negara itu, seharusnya tidaklah menempatkan putra dari M Hasan Aziz dan Aminah ini pada peringkat VII. Karena, tampil pada babak penyisihan, berhasil menduduki peringkat 3 dari 20 peraih nilai tertinggi. Ke-20 peserta yang dibagi dalam 2 kelompok itu berhak memasuki semi final. Sementara Iqbal berada di kelompok I.

Setelah kesemua peserta tampil, pihak panitia mengumumkan tampilan dari kelompok 1.  Hasilnya, runner up MTQ Nasional-31 di Ambon 2012 ini berhasil mengungguli ke-10 pesaing di kelompoknya. Eforia kemenangan sudah dirasakan saat para jurnalis media cetak dan elektronik yang meliput acara akbar tersebut banyak yang membidiknya karena punya kans sebagai sebagai salah seorang kandidat juara. Bahkan salah satu stasiun TV utama negara setempat mengulas profil pegawai Dinas Syariat Islam Aceh ini.
 
Keikhlasannya seperti diuji. Karena setelah kelompok 2 tampil pada keesokan malamnya, ternyata ke-5 finalis diboronghabis oleh kelompok 2. Tentu saja keputusan yang jauh dari prediksi sebagian pengamat ini dianggap berpihak pada kepentingan tuan rumah. Terlebih dari 20 dewan hakim yang terlibat, 13 diantaranya berasal dari negeri muslim mayoritas Syiah. Bahkan salah seorang dewan hakim asal Indonesia, Junaidin yang turut merekapitulasi nilai, mengatakan bahwa ia meraih nilai peringkat 2 dari semi finalis lainnya. Artinya posisi aman menuju final.

Karenanya,  saat juri mengumumkan raihan kesemua semifinalis, ke-5 finalis nama Muhammad Iqbal tidak termasuk. Raihan nilainya hanya menempatkan dirinya pada peringkat VII. Ketidakberesan ini sempat menuai protes Junaidin anggota dewan hakim yang juga melihat kejanggalan yang ada. Dukungan dan protes terhadap dewan hakim pun diajukan peserta lain, yang menganggap Iqbal layak melaju ke final. Hasil akhir utusan Iranlah juaranya.

Keanehan lainnya, seluruh semifinalis, mendapatkan cakram rekaman pada saat tampil, tetapi anak bungsu dari 6 bersaudara ini justru tidak mendapatkan bagian dari panitia dengan alas an adanya kesalahan teknis. Seorang peserta sempat nyeletuk, “rekaman saat iqbal tampil, khawatir dimanfaatkan sebagai bukti otentik bagi pihak yang menginginkan peninjauan ulang dari penampil.”

Namun, ada hikmah dan rasa syukur bagi salah seorang Dewan Hakim pada MTQ Aceh ke-31 di Subulussalam mendatang, karena ia satu-satunya peserta yang diundang khusus memperdengarkan lantunan syahdu mengirama kitab suci umat Islam ini di rumah almarhum Ayatullah Khomaeni. Di hadapan keluarga tokoh spiritual kharismatik negeri Teluk Parsi itu, mampu memberikan kepuasan batin bagi pendengarnya. Bahkan sebuah bingkisan diberikan perwakilan keluarga dari salah satu tokoh dunia itu berupa mushfaf Quran yang dicetak begitu indah, konon sebagai salah satu benda kesayangan Ayatullah Khomaeni. (ison)

Baca Juga yang di bawah ini:

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 coment:

Post a Comment

Saran Masukan silahkan Anda kirim. Redaksi amat senang menerimanya.

POPULAR POSTS

VISITORE

VIDEO

 

Gema Baiturrahman Online Copyright © 2014 Alamat:Komplek Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. contak. Telp:+62852 8244 0074 - Email: gema_btr@yahoo.co.id