Sembuhkan Trauma Penyintas Banjir di Bireuen, Penyuluh Agama Islam Dibekali Dukungan Psikososial

 

Bireuen -- Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Dukungan Psikososial Pasca Bencana yang diselenggarakan oleh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Lembaga Konseling Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Rabu, 7 Januari 2026. 

Pelatihan ini bertujuan membekali penyuluh dan relawan agar mampu memberikan pendampingan psikososial dan penguatan spiritual kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya pasca banjir. 

Pelatihan diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari berbagai unsur relawan. Selain penyuluh agama Islam, kegiatan ini juga melibatkan relawan dari unsur penghulu, guru PAUD/TK/RA, dan relawan Nahdhatul Ulama (NU). 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag, M.Pd, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa ilmu dan materi yang diberikan oleh para pemateri diharapkan dapat diaplikasikan secara langsung di lapangan untuk membantu mengurangi trauma penyintas bencana. 

"Melalui pelatihan dan praktik lapangan ini, diharapkan penyuluh agama Islam bersama para relawan dapat menjadi garda terdepan dalam pemulihan trauma penyintas, dan menghadirkan dakwah yang menenangkan, membumi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pasca bencana", jelasnya. 

Pelatihan ini menghadirkan Paman Dodo, selaku Instruktur Pusat Program Keluarga Sakinah Bimas Islam, serta Bu Nurmey Nurulchaq, S.Psi, Psikolog, sebagai narasumber. Keduanya memberikan pembekalan terkait dukungan psikososial, pemahaman kondisi psikologis pasca bencana, dan pendekatan empatik yang tepat dalam mendampingi para penyintas.

Pada pembukaan kegiatan, para narasumber turut didampingi oleh Kepala Tim Hulu dan Bina KUA Bidang Urais Kanwil Kementerian Agama Aceh, Dr. H. Khairuddin, M.A, dan Kepala Tim Penyuluh Agama Islam, Dra. Evi Sri Rahayu, M.Sos. Kehadiran keduanya merupakan bentuk dukungan dan penguatan arah kebijakan Kementerian Agama terhadap pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh jajaran Kepala Seksi Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran penyuluh dan relawan dalam pendampingan masyarakat pasca bencana.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, para peserta direncanakan akan langsung turun ke lapangan untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan praktik lapangan tersebut akan dilaksanakan di Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, dengan fokus pada pendampingan psikososial dan penguatan spiritual bagi para penyintas banjir. (Syahrati)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama