Pastikan Gema Kembali Terbit
Banda Aceh -- Jajaran redaksi media Gema Baiturrahman (Gema) melakukan silaturahmi dan konsultasi dengan Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Abi Ishak Lamkawe, guna membahas rencana pengaktifan kembali media tersebut setelah hampir setahun berhenti terbit.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Imam Besar, Sabtu, (31/1/2026), Pemimpin Redaksi (Pemred) Gema, Basri A. Bakar, menekankan betapa pentingnya eksistensi media masjid yang telah terbit sejak tahun 1993 ini bagi jamaah masjid dan masyarakat Aceh.
Ia menjelaskan, selama ini Gema telah berperan sebagai sarana dakwah, menyebarluaskan isi khutbah Jumat, dan menjadi pilar dalam menguatkan syariat Islam. “Kami berharap agar Gema Baiturrahman dapat segera kembali menyapa pembaca,” harapnya.
Basri menambahkan, pertemuan ini merupakan rangkaian dari upaya redaksi yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh dan meminta waktu beraudiensi dengan Gubernur Mualem guna mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh.
Pemred Gema tahun 2014-2025, Sayed Muhammad Husen menjelaskan, kebijakan penghentian penerbitan Gema dengan alasan tidak cukupnya biaya cetak Gema dari sumber infak MRB. “Padahal jika pendapatan masjid raya terintegrasi dari sumber infak, BLUD dan wakaf, maka tidak ada alasan untuk cetak Gema kurang dana,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Abi Ishak Lamkawe menyampaikan respon positif demi keberlangsungan syiar Islam melalui media cetak. Sebagai langkah konkret, ia berjanji akan segera membawa persoalan ini ke tingkat teknis untuk didiskusikan lebih lanjut.
“Pada hari Senin, saya akan membahas rencana penerbitan kembali media ini bersama Plh Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman agar langkah-langkah administratif dan operasional dapat segera terealisasi,” janji Abi Ishak Lamkawe.
Hadir dalam kesempatan itu para pendiri yakni Basri A. Bakar dan M. Jakfar Puteh, serta didampingi oleh jajaran redaksi yang terdiri dari Sayed M. Husen, Juniazi Yahya, M. Nur AR, Nurjannah Usman, dan Lizayana. (Lizayana)
