BANDA ACEH — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Aceh melaksanakan ziarah ke makam Teungku Dianjong (Habib Abubakar bin Husen Bilfaqih) di kawasan Masjid Teungku Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus PW Fatayat NU Aceh, serta perwakilan Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Teungku Dianjong dikenal sebagai ulama besar asal Hadramaut, Yaman, yang datang ke Aceh untuk berdakwah dan menyebarkan syiar Islam. Ia wafat pada abad ke-18, sekitar tahun 1782 M, dan dimakamkan di samping masjid yang didirikannya.
Pada masa lalu, Masjid Teungku Dianjong berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tempat manasik haji, sekaligus pusat syiar Islam di Aceh. Nama “Teungku Di Anjong” sendiri merujuk pada sosok yang dihormati dan dimuliakan oleh masyarakat Aceh.
Makam ulama tersebut kini telah dipugar dan berada berdampingan dengan makam istri keduanya, Syarifah Fathimah binti Syaikh Abdurrahman Al Aidid. Hingga kini, makam Teungku Dianjong menjadi salah satu situs sejarah Islam penting di Banda Aceh, sekaligus simbol perjalanan panjang perkembangan Islam di Aceh yang dahulu dikenal sebagai salah satu titik persinggahan jamaah haji Nusantara.
Ketua PW Fatayat NU Aceh, Ida Friatna, mengatakan ziarah ke makam ulama merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Harlah Fatayat NU ke-76.
“Ziarah ke makam ulama, sesepuh, para pendiri Nahdlatul Ulama, serta silaturahmi dengan ulama menjadi agenda rutin Fatayat NU, baik dalam momentum harlah maupun kesempatan lainnya,” ujar Ida.
Tahun ini, Harlah Fatayat NU mengusung tema “Fatayat NU: Berdaya, Berdampak, Mendunia.”
Ida berharap di usia ke-76, Fatayat NU semakin kokoh dalam pengabdian, terus berkarya, serta menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kami mengajak seluruh pengurus Fatayat NU untuk terus berkiprah dan berkhidmat bagi umat, serta meneladani perjuangan para ulama dan pendiri NU dalam menyerukan amar ma’ruf nahi mungkar,” katanya.
Selain ziarah, PW Fatayat NU Aceh juga akan melaksanakan agenda Saweu Dayah yang dirangkaikan dengan pengajian rutin Madrasah Fatayat. Kegiatan tersebut akan diasuh oleh Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh.
Jika biasanya Madrasah Fatayat digelar di Sekretariat Fatayat NU Aceh di Jeulingke, Banda Aceh, maka pada 4 Mei 2026 mendatang kegiatan tersebut akan dipusatkan di Dayah Fathani Darussalam yang berada di bawah pimpinan Ketua PCNU Kota Banda Aceh. Kegiatan itu juga akan menjadi puncak peringatan Harlah Fatayat NU ke-76 di Aceh. ()
